Sejarah PT PG Rajawali II

Home / Sejarah PT PG Rajawali II

PT PG  Rajawali II sudah berdiri sejak era penjajahan (sebelum bernama PT PG Rajawali II), yaitu sebelum Perang Dunia ke-2 yaitu terdiri dari 11 pabrik gula dan 1 pabrik spirtus alkohol. Namun setelah Perang Dunia ke-2 jumlah pabrik gula berkurang menjadi 7 buah. Saat pendudukan Jepang pun pabrik gula berkurang 1 lagi menjadi 6 pabrik gula.

Kemudian setelah kemerdekaan tepatnya pada pasca nasionalisasi tahun 1961 bernama PPN Djabar VI, kemudian tahun 1963 berubah nama menjadi PPGN, dan pada tahun 1968 berubah lagi menjadi PNP XIV. Melalui PP no 10/1981, PNP XIV diubah menjadi PTP XIV (Persero) dengan penambahan aset, yaitu : Proyek PG Jatitujuh dan sebagian areal perkebunan eks PT Perkebunan XXX (Persero) yang terletak di Subang. Pada tahun 1981 dimulai pembangunan fisik pabrik dan giling pertama PG Subang dilakukan pada tgl 18 Oktober 1984. Hingga tahun 1988 PTP XIV adalah BUMN perkebunan eks nasionalisasi perusahaan perkebunan milik Belanda yang memiliki unit usaha berupa 8 PG & 1 PSA.

  • Namun, Melalui Kepmenkeu no. 1326/KMK/1988 tgl 30 Des 1988, PTP XIV dikelola oleh PT RNI. Melalui PP No. 1 tahun 1993 tgl. 8 Jan 1993, saham negara di PTP XIV dialihkan ke PT RNI melalui PMN. Sejak 1993 PTP XIV menjadi anak perusahaan PT RNI dan namanya dirubah menjadi PT PG Rajawali II. Unit usaha saat ini : 4 PG aktif, 1 PG beku operasi, 1 PSA, 1 apotik & 1 pabrik kanvas rem